Wanakajir

December 27, 2009 at 9:44 am 2 comments

Wanakajir adalah nama sebuah “paruk”, dusun kecil di tengah kerontang panas dataran rendah pantai utara Jawa. Paruk itu dilintasi oleh jalan kuno, jalan pedati dan sepeda, dengan lebar jalan 3 meter. Satu arah menuju ke Cadangpinggan, sebuah desa yang kini masuk ke dalam wilayah administratif Kecamatan Suka Gumiwang Kabupaten Indramayu. Arah yang lain menuju desa-desa di Kabupaten Cirebon. Paruk itu sendiri berada di perbatasan kedua kabupaten, dan Wanakajir adalah pintu gerbang sebelah barat untuk wilayah Kebupaten Cirebon.

Untuk lebih mudah, carilah melalui googlemap. Nama itu dapat segera ditemukan. Yang pasti, nama dukuh itu sudah ada pada peta kuno. Bahkan, Microsoft Encarta, sebuah eksiklopedia elektronik, menyimpan nama dukuh itu pada CD/DVD yang dipublikasikannya, suatu pertanda bahwa dukuh itu merupakan pedukuhan kuno.

Tentang asal-usul nama itu, dapat diduga dengan mudah, bahwa nama itu terdiri dari dua kata: “wana” dan “kajir”.  Wana berarti “hutan”, dan tentang arti ini tidak menimbulkan kontroversi.  Sedangkan kata kajir ada silang pendapat yang berbeda.  Ada pendapat bahwa kajir itu berasal dari “khinzir” (berasal dari bahasa Arab, berarti “babi”), sehingga paduan kedua kata itu bermakna “hutan yang penuh dengan babi”.  Tetapi ada juga pendapat lain, bahwa kajir itu berasal dari kata “anjir”, yang berarti “tanda”, sehingga paduan kedua kata itu bermakna “hutan sebagai tanda”.  Apapun asal namanya, yang pasti di dukuh Wanakajir itu masih menyimpan beberapa pohon randu hutan, pohon tua menjulang tinggi, yang dari kejauhan dewasa ini berfungsi sebagai “tanda” atau petunjuk bagi warga tentang keberadaan dukuh itu.

Di dukuh itulah saya dilahirkan.  Menurut ingatan ibunda, saya dilahirkan 17 Juli 1984. waktu itu masih sering terjadi orang dikarungi kalau orang tersebut nakal atau bandel.  Sebelum tahun 1970-an, dukuh itu dikenal karena memiliki seorang “bekel” (=kepala dukuh) yang dikenal sakti dan berani.  Tokoh itu bernama “Badiyah”, tokoh masyarakat yang disegani oleh para pejabat tradisional, birokrasi pemerintahan, dan bahkan disegani oleh para gentho (pencoleng).

Dari dukuh itu pulalah seseorang kini berhadapan dengan Anda sekarang

: Agus Agung

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

OPTIMALKAN CARA KERJA MOZILLA FIREFOX

2 Comments Add your own

  • 1. jono  |  February 4, 2010 at 6:42 pm

    We e e e e e. . . . .

    crita oli sng endi ira meng. . . . .?

    Reply
    • 2. agus agung  |  February 8, 2010 at 5:40 pm

      itu cerita dari orang tua yang terdahulu😛

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


MY PICTURE

Agus agung dan sumiyana

ARSIP AGUS AGUNG

Calendar

December 2009
M T W T F S S
    Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Recent Posts

YAHOO MESSAGES

Top Clicks

  • None

%d bloggers like this: