pencegahan penyakit jantung

January 8, 2010 at 2:42 pm 2 comments

Ceritanya begini : Dalam hal kesehatan aku punya riwayat yang tidak baik. Dari ibuku ada penyakit jantung dari bapak ada penyakit kanker. Aku sendiri sering merasakan nyeri di dada oleh karena itu aku sering googling tentang penyakit jantung ini. Dan aku rasa lebih baik aku posting aja disini. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.
Kemarin siang itu aku merasakan nyeri dada tepat ditengah seakan terjepit sakitnya luar biasa kalau sudah begini apapun kegiatanku harus kuhentikan. Termasuk siang itu saatnya dhuhur akupun harus istirahat dan berbaring tapi anakku bilang “ibu tu gimana kok malah tidur mbok sholat dulu nanti kalau meninggal belum sholat gimana?”. Bener juga tapi aku belum ingin mati sekarang dan mungkin dia ga tahu apa yang harus kulakukan.

  • Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian.
  • Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern.

    Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern. Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, telah menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

    Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung & Stroke

    Ada berbagai macam penyakit jantung, namun penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak. Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner.

    Penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Hal ini mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah. Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrient ke jantung karena aliran darah ke jantung berkurang. Pembentukan plak lemak dalam arteri akan mempengaruhi pembentukan bekuan darah yang akan mendorong terjadinya serangan jantung.

    Ada empat faktor utama penyebab penyakit jantung, yaitu :

    1. merokok terlalu berlebihan selama bertahun-tahun
    2. kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi
    3. tekanan darah tinggi
    4. penyakit kencing manis

    Seperti halnya penyakit jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena ada gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada daerah otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba dan penderitanya mengalami gangguan persarafan sesuai daerah otak yang terkena. Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai.

    Faktor-faktor risiko untuk terjadinya stroke mempunyai kesamaan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu :

    • Merokok
    • Hipertensi
    • Kadar lemak darah tinggi
    • Diabetes mellitus
    • Gangguan pembuluh darah/jantung
    • Tingginya jumlah sel darah merah
    • Kegemukan (obesitas)
    • Kurang aktifitas fisik/olah raga
    • Minuman alcohol
    • Penyalahgunaan obat (Narkoba)

    Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke dengan Pola Hidup Sehat

    Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut.

    Untuk pencegahan penyakit jantung & stroke hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke.

    Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.

    Kurangi minum alkohol. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri.

    Lakukan Olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena jantung dan stroke

    Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner. Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali.

    Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.

    Mencegah Penyakit Jantung dan Stroke dengan Tumbuhan Obat

    Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan stroke mempunyai efek melancarkan sirkulasi darah dan sebagai antikoagulan yaitu mencegah penggumpalan darah, karena penyakit jantung dan stroke penyebab utamanya adalah gangguan pada pembuluh darah.

    Beberapa jenis tumbuhan Obat dan bahan alami yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengatasi Penyakit Jantung dan Stroke antara lain :

    1. DAUN DEWA (Gynura segetum)
      Efek farmakologis : sebagai anticoagulant, mencairkan bekuan darah, melancarkan sirkulasi darah dan membersihkan racun.
      Bagian yang dipakai adalah daun dan umbinya. Dosis yang dianjurkan yaitu 15-30 gram daun segar dan 6-10 gram umbinya.
    2. Mengkudu (Morinda citrifolia)
      Khasiat ; menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol dan kadar gula darah tinggi. Khasiat tersebut dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Dosis : 2-3 buah yang matang
    3. BAWANG PUTIH (Allium sativum)
      Efek : melancarkan sirkulasi darah, antikoagulan (mencegah pembekuan darah), menurunkan kolesterol darah, menurunkan kadar gula darah, menurunkan tekanan darah tinggi dan menambah sistem kekebalan.
    4. BAWANG BOMBAY (Allium cepa)
      Berkhasiat mencegah pengumpalan darah, menurunkan kadar lemak darah, menurunkan kadar gula darah dan menurunkan tekanan darah.
    5. Jamur Kuping hitam (Auricularia auricula)
      Khasiat/efek : Mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
    6. Rumput laut (Laminaria japonica)
      Khasiat : mencegah penyempitan pembuluh darah, menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
    7. Terung Ungu (Solanum melongena L.)
      Khasiat : mencegah aterosklerosis (penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah), mencegah meningkatnya kolesterol darah, menurunkan ketegangan saraf.
    8. Jantung pisang
      Khasiat : Mencegah stroke dan pendarahan otak, baik untuk jantung dan pembuluh darah.
    9. Bunga Mawar (Rosa chinensis)
      Khasiat/efek : melancarkan sirkulasi darah, menetralkan racun. Dosis pemakaian: 3-10 g bunga kering
    10. Siantan (Ixora stricta Roxb.)
      Khasiat: mengecilkan bekuan darah, menurunkan tekanan darah. Dosis pemakaian : 10-15 g bunga

    Sumber: http://www.nganjuk.go.id

    TIPS MURAH MERIAH MENCEGAH PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)

    Sekarang ini penyakit jantung koroner (nama populernya penyakit PJK) sangat populer dimasyarakat karena banyak pengidapnya dan kalau tidak diobati dengan baik dan benar akan mengakibatkan serangan jantung yang berisiko sroke sampai meninggal dunia….

    Salah satu penyebab terjadinya PJK adalah darahnya mengandung kolesterol yang tinggi ( penyebab lainnya antara lain: hypertensi, kadar gula darah tinggi, faktor keturunan, merokok, minum minuman keras, minum kopi, stress berat, asam urat, trygliserid dll)..

    Untuk mengendalikan agar kadar kolesterol dalam darahnya ideal, salah satu caranya adalah diet berpantang makanan tertentu seperti lemak jenuh, daging kambing, jeroan, seafood dll…agar kadar kolesterol totalnya tidak lebih dari batas normal yaitu menurut dokter adalah sekitar 200…

    Apakah diet makanan seperti ini sudah yang paling baik?…

    Menurut pengalaman dan penelitian saya, teori seperti ini ada benarnya, tapi juga sebenarnya tidak tepat dan bisa menyesatkan…..

    Mengapa demikian? ternyata kolesterol itu ada yang jahat yang dinamakan LDL dan ada yang baik yang dinamakan HDL…

    Ancar ancar kadar kolesterol total normal 200 itu sebenarnya dengan asumsi bahwa pada umumnya tinggi kadar HDL orang normal itu sekitar 40…(rationya berarti HDL : Total = 1:5…masih batas aman…)..

    Padahal kenyataannya banyak yang kadar HDLnya hanya 30, berarti rationya 30/200 atau sekitar 1: 6 lebih….berarti jelek dan berbahaya…..

    Karena itu kalau periksa kadar kolesterol, harus secara lengkap dengan kadar HDL dan LDLnya juga, namanya pemeriksaan laboratorium Kolesterol Lengkap….

    Pengetahuan kesehatan seperti ini banyak yang tidak tahu, akibatnya PJK tetap saja berkembang di masyarakat…

    Jadi agar aman, kita harus menggenjot agar kadar kolesterol HDL kita tetap tinggi, harus diatas 50, sehingga kalau totalnya 200, maka rationya adalah 50/200 atau 1/4…itu baru aman…

    Dengan berbekal pengetahuan ini, saya selalu jaga kadar HDL saya tetap tinggi, disekitar 65…., sehingga kalau saya makan di berbagai daging berlemak tinggi disuatu pesta dan Total kolesterol saya mendadak naik menjadi 300, maka rationya masih 65/300 berarti baru sekitar dibawah 1/5…masih aman….

    Sekarang bagaimana cara mengenjot HDL agar tetap tinggi?…

    Tipsnya sebagai berikut:

    1. Hindari makanan berelemak jenuh tinggi seperti daging kambing dan jeroan (usus, otak, dll)

    2. Perbanyak makan makanan yang mengandung omega 3 yang tinggi seperti suplemen Salmon Omega 3 nya Nutrilite, Minyak Ikan, Telur ber omega 3, ikan air tawar dan air asin, Virgin Coconat Oil, Agar agar, buah buahan, sayuran, susu kedelai, tahu, tempe..

    3. Melakukan olah raga seperti jalan kaki, joging, senam taichi, senam pernafasan, funbike, berenang, tennis, dibawah sinar matahari pagi antara jam 6-8 (karena banyak mengandung Sinar Far Infra Red…minimal 3 kali dalam seminggu, lebih banyak lebih baik…)

    4. Berfikiran positif…

    Dengan cara seperti ini, dijamin kolesterol anda akan terkontrol dengan baik…hasil sampingannya, kadar gula darah juga akan menjadi ideal…PJK gak mau mendekat pada kita…

    Kadar HDL tinggi akan menambah kekebalan tubuh kita terhadap semua jenis penyakit dan juga akan sangat membantu proses metabolisme tubuh secara efektif dan efisien…

    Untk diketahui saja, fitness didalam ruangan tanpa terpapar far infra red, hasilnya sangat minimal…karena pembentukan kolestrol baik/HDL butuh sinar Far Infra Red dari matahari pagi….murah meriah tapi sehat…tidak perlu beli dan pakai kalung Biofir yang harganya sekitar Rp 1.200.000,-( Tapi kalau malas olah raga dan punya uang tidak ada salahnya pakai kalung Biofir, karena presiden SBY juga pakai kalung Biofir untuk jaga kesehatan )…

    Wassalamwrwb…

    http://tirtaamijaya.wordpress.com/

    Mengenali Gejala Jantung Koroner

    Senin, 27 September, 2004 oleh: gwaspada
    Mengenali Gejala Jantung Koroner
    Gizi.net – Tak cuma nyeri dada. Penyakit jantung koroner juga memiliki gejala khas lainnya. Anda perlu mengenalinya. Jangan sepelekan nyeri dada! Apalagi jika nyeri itu Anda rasakan di bagian tengah dada dan menjalar ke lengan kiri atau leher, bahkan menembus ke punggung. Perlu Anda tahu, nyeri dada merupakan keluhan yang paling sering dirasakan oleh penderita penyakit jantung koroner (PJK).

    Seperti dikatakan dokter Yoga Yuniadi SpJp, spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, nyeri dada yang disebut juga angina pectoris bukanlah satu-satunya gejala PJK. Penyakit mematikan ditandai pula oleh penjalaran nyeri hingga ke lengan kiri, leher, bahkan menembus ke punggung. ”Nyeri dada khas PJK timbul hanya ketika melakukan aktivitas fisik dan akan berkurang jika istirahat,” lanjut Yogi.

    Itu sebabnya, orang seringkali mengabaikan nyeri ini karena dianggap hanya gejala sakit biasa. Padahal, jika tak segera ditindaklanjuti, gejala ini akan memicu serangan jantung tiba-tiba (infark miokard akut) dan dapat menimbulkan kematian. Selain gejala-gejala di atas, dapat pula timbul gejala penyerta seperti keluar keringat dingin dan munculnya rasa mual. Sayangnya, pemahaman masyarakat terhadap PJK masih kurang. Data menunjukkan, sekitar 50 persen kasus meninggalnya penderita penyakit jantung disebabkan oleh kurang pahamnya si penderita dan orang-orang terdekatnya terhadap penyakit ini sehingga penderita tidak sempat dibawa ke rumah sakit.

    Saat ini, PJK merupakan salah satu penyebab utama kematian. Di Indonesia, jumlah penderitanya pun terus bertambah. Salah satu sebabnya, adalah telah terjadi perubahan pola hidup, terutama konsumsi makanan yang cenderung kurang sehat. Selain itu, tekanan lingkungan kerja yang menyebabkan stres berkepanjangan juga meningkatkan risiko munculnya PJK.

    Apa itu PJK
    PJK adalah penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri jantung yang disebut pembuluh darah koroner. Sebagaimana halnya organ tubuh lain, jantung pun memerlukan zat makanan dan oksigen agar dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Pasokan zat makanan dan darah ini harus selalu lancar karena jantung bekerja keras tanpa henti. Pembuluh darah koroner lah yang memiliki tugas untuk memasok darah ke jantung. Tentu saja, jantung akan bekerja baik jika terdapat keseimbangan antara pasokan dan pengeluaran. ”Jika pembuluh darah koroner tersumbat atau menyempit, maka pasokan darah ke jantung pun akan berkurang.

    Akibatnya, terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan pasokan zat makanan dan oksigen,” jelas Yoga, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) 1989. Menurutnya, makin besar prosentase penyempitan pembuluh koroner, makin berkurang aliran darah ke jantung. Akibatnya, timbullah nyeri dada.

    Ada beberapa hal yang menjadi faktor risiko PJK. Hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes mellitus, merokok, kurangnya aktivitas fisik, dan dislipidemia adalah faktor risiko yang dapat diubah (modifiable). Artinya, Anda dapat melakukan tindakan-tindakan untuk mencegah timbulnya faktor-faktor risiko di atas agar terhindar dari PJK.

    Karena itu, bila Anda menderita hipertensi, dianjurkan untuk menurunkan tekanan darah sampai pada tingkat yang aman. Hindari pula makanan yang banyak mengandung kolesterol. ”Periksakan kadar kolesterol Anda secara rutin dan capailah target kadar kolesterol darah yang sehat.” Jangan lupa pula, olahraga yang teratur dan terukur. Dalam hal ini, yang paling dianjurkan adalah olahraga yang bersifat aerobik.

    Di samping faktor risiko yang dapat diubah, ada pula faktor risiko yang tidak dapat diubah (inmodifiable). Termasuk dalam faktor risiko yang tak dapat diubah adalah jenis kelamin pria, usia (di atas 40 tahun), dan riwayat keluarga dengan PJK. Walau begitu, bukan berarti wanita terbebas sepenuhnya dari risiko PJK. ”Di Amerika, kematian mendadak akibat PJK justru sebagian besar terjadi pada wanita,” kata Yoga. Pada usia muda, memang lebih sedikit wanita yang terkena PJK. Namun, pada wanita yang berusia 65 tahun lebih atau wanita di usia menopause, besarnya risiko untuk terkena PJK sama dengan pria. Risiko PJK yang lebih tinggi akan dialami pula oleh wanita yang berusia di atas 35 tahun dengan kebiasaan merokok.

    Makin dini, makin baik
    Secara umum, spektrum PJK dibagi menjadi dua yaitu spektrum stabil dan tidak stabil (kegawatan). Pada spektrum stabil, kata Yoga, gejala baru timbul ketika terjadi peningkatan aktivitas. ”Ini dapat dicegah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Berhenti merokok misalnya atau rajin berolahraga.” Terhadap penderita PJK pada spektrum stabil ini biasanya diberikan obat.

    Pada penderita PJK spektrum tidak stabil, nyeri dada muncul bahkan pada saat beristirahat. Nyerinya pun dapat terjadi selama 15 menit, dan nyeri itu biasanya tetap terasa meski telah diberi obat. Menurut ayah tiga anak ini, yang perlu dilakukan saat seseorang terkena serangan jantung adalah segera hentikan aktivitas, dibaringkan, ditenangkan, dan dilonggarkan pakaiannya. Untuk menyelamatkan penderita jantung, kata Yogi, segera bawa ke rumah sakit agar dapat dilakukan upaya pembukaan kembali sumbatan arteri koroner yang terjadi (reperfusi). ”Ingat, time is muscle. Artinya, makin dini penanganannya, makin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan.”

    Reperfusi dapat dilakukan dengan menggunakan obat tromboliosis atau penghancur gumpalan darah atau memakai cara mekanis yaitu dengan intervensi kateterisasi jantung yang disebut Percutaneous Ballon Angioplasty (PTCA) melalui peniupan (balloning) atau pemasangan penyangga (stent). Selain itu, dapat pula dilakukan operasi by pass atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan memasang pembuluh darah pintas (bypass grafting) pada pembuluh koroner jantung yang sempit atau tersumbat (baca boks). CABG merupakan bedah jantung koroner yang prosesnya lebih cepat. Bahkan, beberapa pasien dapat dibangunkan di kamar operasi.

    Sumber: http://www.republika.co.id

    Entry filed under: KESEHATAN. Tags: , , .

    MACAM – MACAM PENYAKIT MATA Mencegah Bau Badan

    2 Comments Add your own

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


    MY PICTURE

    Agus agung dan sumiyana

    ARSIP AGUS AGUNG

    Calendar

    January 2010
    M T W T F S S
    « Dec    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031

    Recent Posts

    YAHOO MESSAGES

    Top Clicks

    • None

    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: